Use this space to put some text. Update this text in HTML

iklan

Jumat, 07 November 2014

Biografi Khofifah Indar Parawansa



KHOFIFAH INDAR PARAWANSA


Pada tanggal 19 Mei 1965, di Surabaya lahir Khofifah Indar Parawansa, dari pasangan  Almarhum H Achmad Ra’i dan Hj Rochmah. Ia merupakan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional. Pada 26 Oktober 2014, ia dipilih oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Sosial, Kabinet Kerja periode 2014 - 2019. Jemurwonosari, Jemurngawinan, dan Wonokromo. Di tiga kampung di Surabaya itulah Khofifah Indar Parawansa menghabiskan masa kecil hingga remajanya. Meskipun kini telah menjadi tokoh, nasional ia masih sangat ingat pada masa lalunya yang penuh suka dan duka.
Ia menghabiskan masa kecilnya di SD Taquma (1972-1978). Masa kecilnya  sebenrnya tak ada yang istimewa. Sama dengan anak-anak lain. Hanya saja, Khofifah cilik itu ternyata perempuan pemberani. Bahkan, keberaniannya mengalahkan laki-laki seusainya saat itu. Kofifah kecil punya kebiasaan yang sebenarnya hanya bisa dilakukan laki-laki. Setiap pulang sekolah dia bersama teman-teman laki-laki terjun ke sungai di Jemur untuk mencari kerang air tawar. Keberanian yang tinggi itu terbawa pada kehudupannya hingga saat ini. Ia dikenal sebagai perempuan tangguh. Sering bicara ceplas ceplos apa adanya. Khofifah tak takut terhadap resiko yang akan dihadapinya atas pernyataan-pernyataan yang dilontarkannya. Namun Khofifah tak asal bicara. Ia sangat menguasai masalah. Menariknya, kedua orang tuanya, Almarhum H Achmad Ra’i dan Hj Rochmah  tak melarang Khofifah pergi bermain-main di sungai. Namun, kedua orang tuanya tetap memberikan batasan. Saat sore menjelang magrib, ia harus sudah berada di rumah untuk mengaji. Khofifah sejak kecil memang dididik dengan disipilin oleh kedua orang tuanya, terutama dalam bidang ilmu agama. Ketika berada di bangku kelas empat sekolah dasar, Khofifah sudah aktif berkumpul dengan para ibu-ibu Muslimat untuk membaca salawat dan tahlil. Lebih dari itu, meskipun masih saga muda, ia telah dipercaya sebagai bendahara kelompok pengajian. Diakuinya, saat berkumpul dengan ibu-ibu itula, ia mulai tahu cara mengatur keuangan. Diceritakannya, pada 1970-an ia telah gemar mengikuti berita melalui layar televise. Setiap malam ia ada bosannya menonton Dunia dalam Berita di TVRI pada pukul 21.00 WIB. Tuti Aditama pembaca berita yang menjadi favoritnya saat itu. Karena terlalu sering melihat berita, Khofifah pun sempat ingin menjadi pembawa acara seperti Tuti Aditama.
Ia menghabiskan masa SMP di  SMP Khodijah – Surabaya (1978-1981) dan masa SMA di SMA Khodijah – Surabaya (1981-1984). Sejak masih duduk di bangku sekolah, ia telah dikenal gemar berdiskusi dan berorganisasi. Kegemaran itulah yang akhirnya membawanya menjadi tokoh seperti sekarang ini. Saat masih duduk di kelas 1 SMA, Khofifah sudah terbiasa mengikuti diskusi dan seminar. Dari forum-forum ilmiyah itulah, Khofifah tumbuh menjadi pribadi yang matang. Bahkan, dari kegemaran berdiskusi itulah keinginan terjun ke dunia politik mulai tertanam sejak muda.
Usai tamat SMA, ia melanjutkan studinya dengan mengambil S1 Jurusan Ilmu Politik di Universitas Air-langga (Unair) (1984-1991), perguruan tinggi yang cukup terkenal yang terletak di Surabaya. Pada masa kuliah, Khofifah gemar ugal-ugalan. Kegemaran itu diakui Khofifah. Bahkan ia dikenal oleh tetangannya suka mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Namun setelah tahu kehidupan para pembalap, Khofifah justru mengurungkan niatnya. Duduk di bangku kuliah, jiwa aktivis Khofifah terus tumbuh berkembang. Ia kemudian bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) dan ikut UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Pecinta Alam di kampusnya, serta aktif di dunia dakwah kampus. Tak cukup di situ, ia juga banyak berkecimpung di organisasi ekstra kampus. Satu hal yang luar biasa diperoleh Khofifah, yaitu saat terpilih sebagai ketua PMII perempuan pertama di cabang Surabaya. Padahal, saat itu sangat jarang sekali ada ketua cabang organisasi ekstra yang perempuan Khofifah terbukti mampu memimpin organisasi yang mayoritas dihuni laki-laki itu. Saat aktif di PMII itulah, Khofifah rajin menghadiri diskusi kebangsaan yang diisi oleh almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Setelah itu, ia juga terpilih sebagai Ketua PW IPPNU Jatim. Bahkan, benar-benar bisa menjadi aktifis sejati. Selain berkecimpung di PMII dan IPPNU, ia juga terlibat aktif di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Saat masih duduk di bangku kuliah, ia belajar sekaligus di tiga tempat. Pada pagi hari, ia belajar di FISIP Unair. Siang sampai sore hari ia kursus di Perhimpunan Persahabatan Indonesia Amerika (PPIA). Dan, malam harinya, ia kuliah S1 di jurusan dakwah di STID Surabaya (1984-1989). Dasar Ilmu dakwah yang ia miliki itulah yang kemundian mengantarkannya menjadi juru dakwah dan orator hebat. Didukung poisisnya sebagai Ketua Umum Muslimat NU, ia tampil dari panggung ke panggung di kota besar hingga daerah-daerah terpencil. Bahkan, kini ia diminta oleh salah satu stasiun TV swasta sebagai juri Pemilihan Dai Cilik (Pildacil).
Khofifah   memulai  karier  sebagai  Dosen di Sekolah  Tinggi  Ilmu  Tarbiyah  Taruna, Surabaya pada tahun 1989. Kemudian pada tahun 1990 ia Ketua Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar   Putri   Nahdlatul  Ulama  serta   pengajar  di  Sekolah   Tinggi   Ilmu   Dakwah  Surabaya. Kemudian ia juga sebagai Dosen di Universitas Wijaya Putra, Surabaya pada tahun  1991 hingga tahun 1992.
Pada tahun 1991, ia ditawari formulir pencalonan anggota legislatif untuk tingkat II, I, dan pusat. Meski awalnya sempat menolak formulir itu, di luar dugaan, dirinya malah masuk nomer jadi. Hingga akhirnya terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 1992-1998. Ketua PPP Jatim Sulaiman Fadli, kala itu dinilai sangat berjasa mengangkat karir politiknya ke tingkat nasional, dan istri Sulaiman menjadi guru kepribadian Khofifah. Khofifah mengakui, bahwa walau sudah menjadi anggota DPR Pusat, dirinya kurang pandai ‘berdandan’. Namun, perubahan peta politik pasca lengsernya rezim Orde Baru membuatnya keluar dari PPP dan hijrah ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pada pemilu 1997, ia mencetak sejarah sebagai anggota DPR RI paling muda. Ketika itu baru berumur 26 tahun. Sebagai politisi muda, kemampuan Khofifah sempat diragukan para politisi di Senayan. Namun Khofifah menjawab keraguan orang itu dengan prestasi yang membanggakan. Pada sidang istimewa MPR 1998, Khofifah menghentak jagat politi nasional. Dengan gaya bicaranya yang ceplas ceplos, ia berani tampil beda. Ia mencetak sejarah sebagai politisi pertama yang berani menyerang kepemimpinan Soeharto pada saat orde baru masih berkuasa. Kala itu, Khofifah tampil mewakili Fraksi PPP berpidato mengkritik Soeharto. Mulai dari soal sistem pemilu yang penuh manipulasi, hingga gaya kepemimpinan Soeharto yang diktator dan otoriter. Pidato monumental itu kian melambungkan nama Khofifah dalam jagat politik nasional. Namanya kian diperhitungkan orang. Namun, ia tak bertahan lama di PPP. Ketika tokoh-tokoh NU sepakat mendirikan Partai Kebangkitan Bansa (PKB), ia memilih partai baru itu sebagai jalan berjuangannya. Khofifah tak salah pilih. Pada pemilu 1999, PKB merangsek menjadi parpol besar dengan nama besar dan kharisma Gus Dur. Kerja kerasnya juga membuahkan hasil. Ia berhasil masuk parlemen dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo. Di parlemen, ia langsung masuk jajaran elit PKB. Gus Dur memberinya amanat sebagai Ketua Fraksi PKB MPR RI. Saat Gus Dur menjadi Presiden dengan didampingi Megawati sebagai wakil presiden. Khofifah sendiri diangkat oleh Gus Dur sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN.
Pada tanggal 28 Febuari 2000 Khofifah menjadi Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Conventi on on The Elliminati on of All Forms of Discriminati on Against Women” di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Amerika Serikat. Dan juga pada tanggal 5-9 Juni 2000 Ia menjadi Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam “Women 2000, Gender Equality, Development and Peace for the Twenty First Country”: Beijing,  Sidang Khusus ke-23 Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa, di New York, Amerika Serikat.
Pada tanggal 9-11 April 2001, Khofifah menjadi Ketua Delegasi Republik Indonesia pada pertemuan The Exchanges and Cooperati on in the Field of Family Planing Between China and Indonesia.Dan pada tanggal 14-16 Mei 2001, Ketua Delegasi Republik Indonesia pada Pertemuan Konsultasi Tingkat Menteri Asia-Pasifi k di Beijing, China.Serta Menjadi narasumber  pada Conference G ender Equity and Development in Indonesia yang diselenggarakan The Australian Nasional University, di Canberra, Australia pada 21-22 September 2001.
 Pada pemilu 2004, ia dipercaya Gus Dur menjadi Ketua Bapilu DPP PKB. Ia sendiri menjadi caleg PKB di daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo. Hasil pemilu menyatakan Khofifah kembali masuk parlemen.
 Sosok alumni Pascasarjana FISIP UI ini kembali menunjukkan kiprahnya ada awal 2013, nama mantan Kepala BKKBN periode 1999-2001 ini kembali muncul dalam kancah politik nasional Indonesia saat maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur periode 2014-2019 tetapi gagal.    
Saat Pilpres 2014 lalu, Khofifah diminta langsung oleh Presiden Jokowi sebagai juru bicara. Alhasil, ketokohannya yang kuat di tengah perempuan NU turut mengantarkan kemenangan pasangan Jokowi-JK atas pasangan Prabowo-Hatta.

Membuat Roket Air


Roket air adalah salah satu jenis roket yang menggunakan air sebagai bahan bakarnya. Wahana tekan yang berfungsi sebagai mesin roket biasanya terbuat dari botol plastik bekas minuman ringan. Air dipaksa keluar oleh udara yang bertekanan, biasanya udara yang telah terkompresi.
Istilah "aquajet" telah digunakan di bagian Eropa, namun lebih dikenal umum dengan "roket air" dan di beberapa tempat mereka juga disebut sebagai "roket botol" (yang dapat membingungkan sebagai tradisional istilah ini merujuk pada sebuah kembang api di tempat lain).
Mesin roket air yang paling umum digunakan untuk mendorong model roket, tetapi juga telah digunakan pada model perahu, mobil, dan roket-dibantu glider. Roket air juga populer di sekolah percobaan sains.

Disini saya akan berbagi gimana caranya bikin roket air. Check this out...

A .PANDUAN MEMBUAT ROKET AIR SEDERHANA
Untuk membuat roket air diperlukan beberapa alat berikut ini :
● Roket botol, terbuat dari
1. botol minuman bekas berukuran besar,
2. sebuah pemberat (misalnya bola tenis),
3. kertas penutup, dan
4. karton untuk sirip roket.

● Sistem peluncur, terdiri atas
1. pipa paralon kecil yang diameter totalnya sedikit lebih kecil dari mulut botol (sehingga muat jika dimasukkan ke dalam mulut roket botol, kalo gak salah sih ukurannya ¾ inch), ambil panjang pipa kira-kira 50 cm,
2. kabel tis (kira-kira 10 buah), gunakan yang panjangnya sekitar 15 cm,
3. pipa paralon yang berukuran sedikit lebih besar dari mulut roket botol bagian luar (sekitar 1 inch) dengan panjang 10 cm, diberi tali rafia,
4. tutup botol yang dimodifikasi, dan
5. karet ban yang dimodifikasi (masalah modifikasi ini liat aja gambarnya biar jelas).

● Dudukan roket, terdiri atas
1. lembaran kayu berukuran kira-kira 1 cm x 10 cm x 60 cm sebanyak 2 buah,
2. engsel (1 buah aja),
3. pipa paralon yang ukurannya sama dengan sistem peluncur (kira-kira ¾ inch), panjangnya 70 cm, kemudian gunakan pipa penyambung (pasangan drat dalam dan luar) agar dudukan ini bisa disambung dengan sistem peluncur, dan
4. pentil ban bekas yang ditempatkan pada tutup botol yang dimodifikasi, (tutup botolnya sendiri disambungkan dengan pipa dudukan).

ROKET BOTOL (susunlah bahan-bahan yang diminta di atas hingga jadi seperti gambar berikut)

Ambillah tutup botol yang akan dimodifikasi, lubangi bagian tengahnya dengan menggunakan bor kira-kira lubang tersebut berdiameter 22 mm.

Setelah dilubangi, tutup botol tersebut diberi karet ban bekas yang diatur menjadi seperti cincin (lihat gambar atas-kanan).
Lalu, tutup botol hasil modikasi, pipa paralon, dan cincin karet ban diatur hingga seperti gambar di bawah seandainya akan dimasukkan ke dalam mulut roket botol.

Dengan sistem seperti gambar tersebut, air yang diisikan pada roket botol tidak akan tumpah.
Selanjutnya, kabel tis berguna untuk menahan roket botol agar tidak segera meluncur ketika diberi karet ban (cincin) tutup botol pipa paralon yang muat ke dalam botol tekanan, dan pipa paralon yang lebih besar (1 inch) beserta tali rafianya akan menjadi semacam "pemantik" untuk proses peluncuran.


Senin, 22 September 2014

Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri



AKHLAK TERPUJI KEPADA DIRI SENDIRI

A.   Berilmu
1.Pengertian berilmu
             Ilmu menurut bahasa artinya pengetahuan atau kepandaian. Berilmu artinya memiliki pengetahuan atau kepandaian. Orang yang berilmu adalah orang yang memiliki pengetahuan atau kepandaian.
              Islam menghendaki umatnya menjadi orang-orang yang berilmu baik ilmu agama maupun umum. Ilmu merupakan barang berharga bagi kehidupan seseorang. Ilmu itu bgaikan lampu atau cahaya bahwa sesungguhnya seseorang itu tidak dapat berjalan dalam keadaan gelap gulita, kecuali dengan cahaya. Demikian pula halnya, orang tidak dapat membedakan antara baik dan buruk kecuali dengan  ilmu.
             Begitu tingginya perhatiaan Islam terhadap ilmu, sehingga ayat-ayat yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad adalah perintah menuntut ilmu, yaitu QS Al-Alaq 1-5

Artinya: 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. 3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, 5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Islam tidak menghendaki umatnya sengsara di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu, perintah menuntut ilmu diwajibkan umat Islam, sebagaimana sabda Nabi Muhammad:
   
                                                    مٍ مُسْلِكُلِّ عَلَى يْضَةٌ فَرِ الْعِلْمِ طَلَبُ
Artinya: “Menuntut ilmu diwajibkan atas semua orang Islam”
Masa untuk menuntut ilmu adalah sejak manusia dilahirkan dan berakhir pada saat manusia meninggal dunia. sebagaimana sabda Nabi Muhammad:
اللَّحْدِ اِلَى مَهْدِ مِنَ االْعِلْمَ اُطْلٌبُوالْ
Artinya: “Tuntutlah ilmu sejak di buaian sampai liang lahad.”
Orang yang menuntut ilmu seringkali mengalami cobaan dan rintangan. Jika orang tidak sabar menghadapi cobaan, maka ia gagal. Tetapi sebaliknya, jika ia tabah menghadapi berbagai rintangan dan terus giat belajar maka ia akan memetik buah dari nikmatnya seorang yang berilmu.
        Allah Ta'ala berfirman menerangkan keutamaan ulama dan apa-apa yang mereka miliki dari kedudukan dan ketinggian:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لاَ يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الأَلْبَابِ
"Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (Az-Zumar:9)
Dan Allah juga berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu (agama) beberapa derajat." (Al-Mujaadilah:11)
            Ditinggikannya derajat dengan beberapa derajat, ini menunjukkan atas besarnya keutamaan, dan ketinggian di sini mencakup ketinggian maknawiyyah di dunia dengan tingginya kedudukan dan bagusnya suara (artinya dibicarakan orang dengan kebaikan) dan mencakup pula ketinggian hissiyyah (yang dirasakan oleh tubuh dan panca indera) di akhirat dengan tingginya kedudukan di jannah. (Fathul Baarii 1/141)
          Sungguh Allah telah memuliakan ilmu dan ulama dengan memberikan kepada mereka kebaikan yang umum dan menyeluruh sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُولُو الأَلْبَابِ
"Allah menganugrahkan Al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur`an dan As-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi Al-Hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran." (Al-Baqarah:269)

2.Ciri-ciri orang yang berilmu
a.Rendah hati, ibarat tanaman padi, kian berisi kian merunduk
b.Setiap melakukan pekerjaan selalu diperhitungkan baik atau buruknya
c.Menghargai pendapat orang lain
d.Menghargai waktu
e.Gemar membaca dan suka mencari informasi
f.Bekerja dengan program dan rencana yang jelas
g.Tidak suka bicara tentang sesuatu yang tidak ada gunnya
h.Tidak mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat
i.Suka berbagi informasi
j.Suka memberikan ilmu yang ia miliki atau mengajarkannya kepada orang lain.





B.    Kerja Keras
1.   Pengertian Kerja Keras
            Kerja keras adalah melakukan sesuatu dengan semangat atau tekad yang tinggi. Islam mengajarkan kepada umatnya agar dalam bekerja/belajar itu harus bersemangat dan kerja keras, untuk mendapatkan apa yang diharapkan. Manusia tidak mungkin mendapatkan sesuatu tanpa bekerja keras. Islam tidak mengajarkan kepada umatnya hanya bermalas-malasan dan berpangku tangan. Allah berfirman dalam surat Al-Qashash : 77

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang2 yang berbuat kerusakan.”. (QS. Al-Qashash: 77).

2.Ciri-ciri Orang yang Kerja Keras
a.Semangat bekerja yang tidak pernh padam
b.Berprinsip, bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin
c.Menerima kegagalan sebagi pelajaran untuk memperbaaiki kesalahan
d.Optimis dalam memandang berbagai permasalahan, bahwa permasalahan bukan dihindari tapi dihadapi dan diselesaikan.
e.Terbuka terhadap kritik, saran dan nasihat orang lain
f.Bersyukur atas keberhasilan yang diperoleh dan bersabar atas kegagalan yang dialaminya
g.Suka mengambil pelajaran atas keberhasilan orang.


C.    Kreatif
1.Pengertian Kreatif
             Kata kreatif berasal dari bahasa Inggris “create” yang berarti menciptakan, “creation” = ciptaan. Sedangkan “creative” berarti memiliki daya cipta. Jadi kreatif adalah memiliki kemampuan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu yang baru.
Orang yang kreatif selalu melihat dan berfikir bahwa alam di sekitarnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup manusia. Ia yakin, bahwa Allah mwenciptakan alam ini tidak sia-sia, sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imran: 191

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya:” (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

2.Ciri-ciri Orang yang Kreatif
a.Memiliki banyak ide dan kemauan
b.Memiliki jiwa yang suka tantangan
c.Selalu mencoba dengan sesuatu yang baru.
d.Selalu berpikir dinamis dan professional
e.Bersifat perfecsionis (orang yang ingin segalanya sempurna)

D.      Produktif
1.Pengertian Produktif
         Kata produktif berasal dari bahasa Inggris “product” yang berarti hasil, “productive” berarti dapat mengahasilkan. Jadi produktif adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu atau banyak menghasilkan karya/hasil guna.
Dalam Al-Qur’an dijelaskan masalah produktifitas seperti pada Surah Al-Asr: 1-3

Artinya:”1. Demi masa. 2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
Ayat di atas berbicara tentang waktu, jika waktu tidak digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang menghasilkan (produktif) maka termasuk orang yang merugi.

2.Ciri-ciri Orang yang Produktif
a.Menghargai waktu dan disiplin
b.Tekun dalam bekerja
c.Gemar membaca
d.Selalu ingin berkarya sesuai dengan kemmpuan
e.Tidak mengenal putus asa
f.Memiliki pola hidup hemat
g.Memiliki rasa tanggung jawab yang besar 

E.        Inovatif
1.   Pengertian Inovatif
Kata inovatif berasal dari kata bahasa inggis “innovate” yg artinya memperkenalkan sesuatu yg baru sedangkan innovative berarti bersifat memperbarui. Kemudian kata “innovate” dan “innovative” yg merupakan bahasa Indonesia dgn mengalami perubahan penulisan manjadi “inovatif” yg berarti bersifat memperkenalkan suatu yg baru. Sedangkan orang yg melakukan pembaharuan disebut “innovator”.Sebagaimana yang dijelaskan Allah swt dalam surah An’am ayat 153 :
Artinya :
“Dan bahwa (yang kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.

2.Ciri-Ciri manusia inovatif :
1. Giat belajar dan bekerja
2. Selalu berorientasi kedepan
3. Kaya ide-ide yg cemerlang
4. Berfikir rasional dan berprasangka baik
5. menghargai waktu dan menggunakannya dgn sebaik-baiknya
6. Suka melakukan eksperimen-eksperimen dan penelitian